Sebuah kisah yang terlarut bersama malam

Waktu rasanya berlari. 
Tak terasa kita telah berpisah dan terpecah terlalu lama. 
Impianku tak kunjung usai kudapatkan. 
Walau hanya begitu singkatnya impianku, tetapi amat terasa sulit bagiku untuk meraihnya. 
Kau malah mencemaskan diriku. 
Kau seolah tak menginginkan aku lagi. 
Kau malah bertolak belakang. 
Kau seolah tak merindu. 
Aku, aku hanya ingin kau yang dulu, yang aku kenal sebagai sebuah penerima hati lelaki sejati.
Nyatanya kau begini, kulihat tak ada tanda tanda menerima ku lagi. 
Setiap hari setiap malam ku intip kau lewat sosmed. 
Maafkan aku bila aku mengganggu ataupun merusak hidupmu karena aku masih mencari tahu alasan manusia diberikan hati. 
Kau baik. 
Kau terlalu baik. 
Bahkan kau sangatlah baik. 
Ada alasan alasan tertentu yang hingga saat ini mengapa aku masih terpaku padamu. 
Semoga kelak kau masih ingat denganku. 
Dengan air hujan yang mendinginkan tubuhmu. 
Dan aku yang memelukmu agar kau tetap hangat. 
Aku pergi. 

Komentar

Postingan Populer